Politeknik Negeri Tanah Laut

Berita

Kuliah Umum Politala Bersama Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2009-2014), Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut. Kuliah Umum bertema Peran Pendidikan Vokasi dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa itu berlangsung di Aula Terbuka Politala, Rabu (07/03/2018).
Kesenian hadrah menyambut Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA dan Tarian Radap Rahayu mengawali acara kuliah umum. Sebuah Kesempatan bagi Politala yang sejak berdiri dari tahun 2009 hingga sekarang, yang sudah memililki berbagai gedung kuliah yang belum memiliki nama resmi. Kuliah Umum moment penting bagi Teknologi Industri Pertanian mendatangan Mohammad Nuh karena Gedung Kuliah secara resmi diberi nama Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA.
Kuliah Umum dibuka langsung Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd. selaku Direktur Politala. Dalam Sambutanya beliau mengucapkan terima kasih kepada Prof. Mohammad Nuh, DEA yang telah meluangkan waktu untuk dapat hadir di Aula Terbuka Politala untuk berbagi pengalaman dalam rangka Peran Pendidikan Vokasi dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa. Pada Kesempatan tersebut, Direktur juga menyampaikan bahwa politala akan bersaing dan Berkomitmen menjadi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi yang memiliki integeritas dan Peningkatan mutu generasi bangsa yang berkualitas.
Adapula sambutan dari Bupati Tanah Laut yang diwakili Asiten Ahli Bidang Kemasyarakatan yang dimana dalam sambutannya mengucapakn selamat Datang Kepada Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA di Kabupaten Tanah Laut, dan mengajak mahasiwa mendengarkan dengan baik agar ilmu yang diberikan dapat menjadi pilar mahasiwa mengembangkan masa depan.
Nuh dalam mengisi memberikan cerita sejarah jaman nabi sampai sekarang yang begitu berkembang pesat.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2009-2014) menegaskan, generasi muda Indonesia khusunya mahasiswa politala harus mampu berpikir kreatif. Sebab, masyarakat dunia ke depan akan dikerumuni dan disaingi oleh orang-orang yang kreatif dan maju.
“Jika tidak mampu berpikir kreatif dan maju, maka kita akan menjadi ketinggalan dan terasing sendiri dalam persaingan global,” ujarnya.
Selain itu, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut mengajak para mahasiswa untuk selalu memiliki rasa pecaya diri dan empati yang tinggi terhadap sesama. Ia berharap, generasi muda saat ini tidak berlaku zalim kepada masyarakat jika suatu saat nanti terpilih sebagai pemimpin di negeri ini.
“Kalau Mahasiswa Politala menjadi pemimpin nanti, cobalah berperilaku bijak dan senantiasa lembut terhadap sesama,” ucapnya.
Di akhir kuliah umumnya, Nuh memberikan kunci sukses kepada mahasiswa Politala. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diamalkan mahasiswa apabila ingin menjadi sukses, yaitu jujur dan berkompetensi secara teknis.
“Mahasiswa juga harus menjadi seorang pembelajar sejati, berbakti kepada orang tua, dan gemar bersedekah. Khusus untuk mahasiswa muslim, perbanyaklah shalat malam dan shalawat kepada nabi,” pungkasnya.
Kuliah Umum ini terlaksana berkat kerja sama Jurusan Teknik Informatika, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Mesin Otomotif dan Jurusan Akuntansi. Hadir dalam kuliah umum Bupati Tanah Laut (yang mewakili), Dewan Penyantun Politala, Perwakilan SKPD, Perwakilan Kepala Sekolah SMA/ SMK/ MA sederajat, Ketua PBNU Kalsel dan Rektor UIN Antasari. (DNA_HumasPolitala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: