Politeknik Negeri Tanah Laut

Berita

HSBC Indonesia Pengabdian di Politala

POLITALA, HSBC Indonesia bersama Sampoernaa Univesity, Poetra Sampoerna Foundation (PSF) dan beberapa Perguruan tinggi di Banjarmasin menyelenggarakan Seminar dan lokakarya (semiloka) keuangan kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat binaan Kampus di Banjarmasin.
Politala menjadi pilihan kerjasama STIE Indonesia Banjarmasin dan Politeknik Negeri Banjarmasin untuk melaksanakan program dari HSBC. Politala mendapat bagian dari Program Pengabdian Masyarakat, yang sebelumnya HSBC sudah melaksankan kegiatan di Kampus STIE Indonesia Banjarmasin (28/03/2018) dengan kegiatan Penulisan Jurnal Internasional sedangkan Politeknik Negeri Banjarmasin (27/03/2018) dengan kegiatan Kuliah Tamu.
“Pemahaman dan Iklusi keuangan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan Masyarakat”, Ujar Yudihi Sutrisana selaku Vice President of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia
Menurut Yudhi, Salah satu pilar utama dari inkulsi keuangan adalak edukasi yang dalam hal ini dapat disalurkan melalui peran aktif perguruan tinggi.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Sukma Firdaus menyampaikan Terima Kasih sudah membuka peluang bagi Politala mengadakan kerjasama dengan HSBC Indonesia dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat.
Kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keuangan bagi semua kalangan khusunya Mahasiswa, Dosen dan masyarakat, Tuturnya.
Menurut Wilson selaku team dari HSBC – PSF project menyampaikan beberapa prinsip Rencana Keuangan secara mudah dan sederhana meliputi belanja harus lebih kecil dari pendapatan, hindari hutang hidup secara sederhana, atur budget dgn sederhana, menabung untuk masa depan, bayar tagihan sesegera mungkin, sepakat antara suami istri
Kegiatan pengabdian di Politala juga mendatangkan pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan Regional 9 Kalimantan. Berdasarkan survei OJK pada 2016, indeks literasi dan inklusi keuangan Kalimantan Selatan masing-masing adalah 23,27% dan 59,27%. Angka ini lebih rendah daripada indeks nasional yang berada di angka 29.66% dan 67.82%, ujar Andhika
Menurut andhika, pentingnya kolaborasi dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan. “Rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Kalimantan Selatan bukan saja menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi OJK, namun bagi stakeholder terkait lainnya. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah dengan dunia pendidikan tinggi, dunia industri, dan masyarakat.” (DNA_Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: