Politeknik Negeri Tanah Laut

Berita

Teknologi Industri Pertanian Pengabdian Kepada Masyarakat ke Desa Ambungan

POLITALA-  Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kegiatan  Tridrama Perguruan Tinggi,   yang kegiatannya dilakukan oleh  Civitas akademika yang  memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan Upaya tersebut maka Progaram studi teknologi Industri Pertanian terus berupaya menjadi mitra utama masyarakat supaya ilmu kami bisa di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat demi keberlanngsungnya hidup.

Puluhan Warga di Desa ambungan, pada hari Rabu 02/05/18  sangat antusiasme tentang kedatangan Team dari Teknologi Industri Pertanian  Politeknik Negeri tanah Laut pada acara Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian kepada Masyarakat dibagi menjadi 2 kelompok dosen dan dibantu mahasiswa, Karena terdapat 2 macam jenis pengabdian yakni Bakti mandiri dan Mandiri. Bakti mandiri itu sendiri dana dibiayai dari institusi, sedangkan mandiri itu sendiri dana biaya sendiri dosen. Walaupun kelompok beda, tema yang diberikan oleh masyarakat   juga beda didalam  Pengabdian kepada Masyarakat ini. Tema yang diambil pada Pengabdian Kepada  Masyarakat bakti mandiri adalah “Uji Sederhana Kandungan Boraks pada Jajanan Kaki Lima”, sedangkan tema pada Pengabdian Kepada masyarakat mandiri adalah “Penyuluhan Bahan Tambahan Makanan pada Produk Makanan dan Minuman”.

Pengabdian kepada Masyarakat Bakti Mandiri

Kelompok ini terdiri berbagai dosen yakni  Nuryati, S.T., M.Eng, Ema Lestari, M.Pd,  Jaka Darma Jaya, M.P., M.Sc dan Dwi Sandri, S.Si., MP serta puluhan mahasiswa yang mendampingi dosen tersebut. Penyuluhan ini menjelaskan Pengertian boraks, kelebihan boraks bagi kesehatan tubuh serta Uji Sederhana kandungan Boraks. Boraks itu senidiri merupakan zat adiktif yang biasany digunakan untuk bahan makanan yang sudah disahkan oleh pemerintah dalam penggunaannya dan Undang undang Kesehatan dan keselamatan nasional masih dibatasi.

Uji yang digunakan dalam penyuluhan ini mengunakan uji kualitatif, yakni uji sederhana deteksi boraks dengan cairan dari perasan kunyit. Penyuluhan ini juga sudah melakukan penelitian dengan Membandingkan hasil uji boraks sederhana pada jajanan kaki lima dari lima tempat berbeda.

Tahapan berikutnya memasuki metode uji yang terdiri dari Ujian Kandungan boraks kemudian Uji boraks sederhana menggunakan kunyit yg sudah dikupas dan diekstrak. Kesimpulan tahapan ini akan mendapat ulasan yakni Bahan makanan yang berubah menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.

Pengabdian kepada Masyarakat Mandiri

Kelompok ini terdiri berbagai dosen yakni  Nina Hairiyah, S.TP., M.Si,  Raden Rizki Amalia, S.T., M.Si,  Meldayanoor, S.Hut., M.S dan Fatimah, S.Si.,M.P serta puluhan mahasiswa yang mendampingi dosen tersebut. Penyuluhan ini menjelaskan tentang Bahan Tambahan Makanan pada Produk Makanan dan Minuman.

Penyuluhan ini juga memberikan pengetahun tentang kebijakan memilih konsumen,  sehingga kita juga harus  bijak dalam memilih produk makanan dan minuman yang aman. Dengan hal tersebut  kita bisa terhindar dari hal- hal dari makanan dan minuman yang tidak bermutu.

Kelompok Pengabdian mandiri dalam materinya memberikan penyuluhan “Mengajurkan kepada masyarakat Desa Ambungan harus bisa menghindari bahan makanan dan minuman yang mengandung pewarna buatan  seperti pewarna tekstil contohnya rodamin,  terus juga terdapat kandungan pemanis buatan  yakni sakarin atau  siklamat. Ajuran lainnya yang harus dipahami  masyarakat Desa ambungan adanya bahan pengawet makanan yakni natrium benzoat  dan bahan tambahan makanan lainnya.

Jadi Kesimpulan pemateri kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri mengharapakan,” Dengan penyuluhan ini masyarakat terutama Desa daerah Ambungan harus bisa mengetahui tentang komposisi bahan yg ada di dalam produk makanan dan minuman yang masyarkat Konsumsi., Supaya tubuh kita tetap sehat terhindar dari makanan dan minuman yang memiliki kandungan yang berbahaya”.

Ulasan bersama Ketua Program Studi DIII- Teknologi Industri Pertaniaan

Ketua Program Studi DIII- Teknologi Industri Pertaniaan yakni Nuryati, S.T., M.Eng saat ditemui  mengatakan” Kesuksesaan acara ini dilihat dari antusiasme masyarakat ambungan yang begitu banyak pertanyaan tentang  pengujian boraks dengan menggunakan ekstark kunyit  dan tentang bahan tambahan makanan terutama tentang pengawet, pemanis dan perwarna yang aman untuk dikonsumsi”

“Semua pendidikan dan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh dosen- dosen  dapat dimanfaatkan baik oleh mahasiswa maupun oleh masyarakat, Sehingga masyarakat terutama di Kabupaten  Tanah Laut dapat merasakan kehadiran politala mempunyai dampak yang positif bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat”, Ujar Nuryati juga selaku Dosen Prodi TIP. (DNA_HumasPolitala)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *