Politeknik Negeri Tanah Laut

Berita

Civitas Akademika Politala Gelar Halal Bihalal 1439 H

POLITALA- Halal Bihalal lebaran 1439 H merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh Politala ketika memasuki kerja setelah libur cuti lebaran namun kegiatan ini berlangsung (28/07). Walaupun kegiatan ini terlambat dilaksanakan banyak antusis dosen dan staf politala yang mengikuti. Kegiatan halal bihalal tahun 2018  bertema “Mari Kita Perkuat Intergritas untuk Politala Lebih Baik dengan Pererat Silaturahmi” dengan ceramah agama Muhammad Noor, M.H.I.

Disambutan Direktur Politala Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd mengatakan,” Perkuatlah hubungan dengan Allah SWT dengan cara mendekatkan diri pada Allah SWT dan Perkuatlah Hubungan dengan Manusia dengan cara bersilaturahmi, Tujuan semua ini karena menuju kebaikan kita semua sebagai umat manusia”.

“Selain perbanyak silaturahmi mari kita dalam bekerja saling kerjasama satu sama lain, karena dari situlah kita bisa perkuat intergritas kita semua menuju Politala lebih baik lagi,” Imbuh Mufrida dalam sambutanya.

Ceramah agama yang disampaikan Muhammad Noor, M.H.I yang akan diangkat yakni tentang silaturahmi. Dalam ceramahnya “kita sebagai umat manusia diwajibkan selalu bersilaturahmi dan tidak memilih suatu golongan”

Dalam isi ceramah Noor terdapat potongan ayat yakni Q.S. AL- Hujarat : 13,” “Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki  seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dengan potongan ayat tersebut Maka dengan demikian,” pada hakekatnya, manusia itu adalah satu keluarga. Proses penciptaan yang “seragam” itu merupakan bukti bahwa pada dasarnya semua manusia adalah sama. Karena itu, manusia memiliki kedudukan yang sama”. Ujar Muhammad Noor, M.H.I juga selaku Dosen Politala.

Jadi Lantas Apakah Yang Membedakan Antara Manusia Satu Dengan Yang Lainnya? Ayat di atas langsung menjawab bahwa yang membedakan antara orang satu dengan yang lainnya adalah taqwanya. Artinya Allah tidak membedakan berdasarkan nasab (keturunan), warna kulit, suku atau bangsa, maupun tampang yang dimiliki oleh seseorang.

Setelah cermah selesai dilanjutkan dengan bersalam- salaman bertujuan untuk saling memafkan satu sama yang lainya. Dengan saling memaafkan maka kita selama bekerja selalu tolong menolong tanpa membeda- bedakan suatu gologan dengan cara bekerja sama  dalam melaksanakan suatu kegiatan di Politala (DNA_ HumasPolitala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: