Politeknik Negeri Tanah Laut

Berita

83 Orang mengikuti Uji Kompetensi di Program Studi Teknologi Industri Pertanian

Politala- Program Studi Teknologi Industri Pertanian di Politeknik Negeri Tanah Laut gelar Uji Kompetensi (20/05). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA (Gedung Prodi TIP) Tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti uji kompetensi  walaupun dibulan Puasa Ramadhan 1440 Hijriah. Kegiatan diikuti  sebanyak 83 Orang terdiri dari 67 Mahasiswa, 15 dosen dan 1 Staf laboran.

Skema yang diujikan yakni Pemasaran produk dan Jasa Pertanian, Pengolahan pupuk organik, dan Pengrajin Nata de Coco. Asesor dalam uji kompetensi TUK Pertanian Politala terdiri dari 5 asesor dari LSP Pertanian Nasional.  Asesor LSP Pertanian Nasional yakni Ir. Bambang Tri Wibowo sedangkan prodi TIP yang sudah terdaftar di LSP pertanian nasional yakni Dwi Sandri,  S. Si,  MP (asesor uji kompetensi pembuatan nata de coco), Nuryati,  ST. M.  Eng (asesor uji kompetensi pembuatan pupuk organik) serta Anton Kuswoya,  ST. , M. Si dan M.  Indra Darmawan (asesor pemasaran produk dan jasa hasil pertanian).

Asesor LSP Pertanian Nasional  yakni Ir. Bambang Tri Wibowo dalam sambutan pembukaan mengatakan,”Semoga nantinya mahasiswa yang ikut kompetensi bisa menjadi agen agen kompetensi untuk kampus”.

Sambutan direktur Politala yakni Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd mengatakan,”Sehubungan dengan kelayakan Kampus Politala sebagai tempat uji Kompetensi dan memiliki sertifikat temapt uji kompetensi. Maka rencana Politala yang mengikuti uji kompetensi tidak Cuma mahasiswa, dosen dan staf saja, namun akan mengundang pihak Perusahaan untuk bergabung dalam uji kompetensi”.

“Dalam pelaksanaan Tri Drama Perguruaan Tinggi semua Dosen Politala harus memiliki 4 hal yang harus dipahami yakni Kompetensi metodologi, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesi”, Imbuh Mufrida dalam sambutanya

Nuryati, S.T., M.Eng selaku Ketua Prodi TIP saat ditemui (21/03) mengharapkan, “Dengan adanya sertifikasi kompetensi ini,  diharapkan calon lulusan memiliki skill atau keahlian tambahan yang sudah diakui secara nasional sehingga mempermudah dalam memasuki dunia kerja dan memiliki bekal, tidak hanya membawa ijazah saja tetapi sudah mendapatkan sertifikat kompetensi sesuai dengan skema masing- masing setelah lulus nantinya”.

“Mahasiswa ke depan yang akan mengikuti uji kompetensi Ada 3 penilaian dalam uji kompetensi Pengetahuan umum (yang berkaitan dengan teori sesuai dgn skema yg akan diikutinya), Skill atau keterampilan dan Sikap”, Pesan Nuryati, S.T., M.Eng kepada seluruh mahasiswa mengikuti uji kompetensi tahun depan.

“Setiap mahasiswa yang akan mengikuti uji kompetensi harus mempersiapkan 3 komponen penilaian tersebut,  tidak hanya pengetahuan saja,  tetapi skill dan sikap juga masuk dalam komponen utama penilaian,  dan tiga tiganya harus terpenuhi semua jika ingin mendapatkan hasil maksimal KOMPETEN, tetapi jika salah satu unsur penilailan tersebut maka mahasiswa dianggap BELUM KOMPETEN”, Imbuh Nuryanti juga selaku dosen Prodi TIP. (humaspolitala)

%d blogger menyukai ini: