Back

Matching Fund Politala Tahun 2023 Kembangkan Eduwisata Desa Tirta Jaya

Politala – Program Matching Fund Vokasi merupakan program pendanaan dari Ditjen Diksi yang melibatkan insan perguruan tinggi vokasi dan DUDI untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan dunia industri dalam membentuk ekosistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pada tahun 2023 ini Politeknik Negeri Tanah Laut mendapat program Matching Fund tersebut dan BUMDes Maju Bersama Desa Tirta Jaya menjadi pihak yang akan menerima pendampingan.

Program Matching Fund 2023 Politala yang bertajuk “Pendampingan Manajemen dan Teknologi” ini di Ketuai oleh Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S yang juga menjabat sebagai Kajur Teknologi Industri Pertanian Politala.

Pada 11 Oktober 2023 bertempat di Ruang Karet gedung Teknik Industri Pertanian Politala diselenggarakan pendampingan oleh tim Matching Fund Politala kepada seluruh anggota BUMDes Tirta Jaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Politala Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd, Kepala Bappeda Kabupaten Tanah Laut Ismail Fahmi, SE., MT, Ketua Matching Fund 2023 Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S, Kepala Desa Tirta Jaya Bambang Subagio dan Direktur BUMDes Maju Bersama Rahmatullah beserta seluruh anggotannya.

Direktur Politala dalam sambutannya menyampaikan dukungannya atas program Matching Fund kepada BUMDes Tirta Jaya yang mana saat ini telah memiliki produk olahan unggulan. “Semoga dengan pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya beli masyarakat Tanah Laut”, tutur Mufrida.

Sedangkan tujuan kegiatan Matching Fund di BUMDes Maju Bersama Desa Tirta Jaya ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di BUMDes Maju Bersama dengan pengembangan eduwisata berbasis produk TOGA. Menciptakan ekosistem Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di Politeknik Negeri Tanah Laut. Meningkatkan kerjasama antara Politeknik Negeri Tanah Laut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat khususnya Bumdes yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Meningkatkan keterampilan dosen dalam menghasilkan produk yang dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Matching Fund 2023 Meldayanoor, dijelaskan pula mengapa akhirnya Desa Tirta Jaya menjadi pilihan untuk program ini. Desa Tirta Jaya merupakan salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satu potensi wisata yang bisa dikembangankan adalah  wisata edukasi (eduwisata) yang dapat memberikan keunikan dan keunggulan khusus.

Eduwisata berbasis pertanian berkelanjutan menjadi konsep terpadu karena wisata yang ditampilkan tidak hanya pemandangan dan keindahan alam saja, akan tetapi terdapat juga berbagai macam produk tanaman obat keluarga (TOGA) unggulan yang prospektif untuk dikembangkan dan dapat memberikan nilai tambah produk. Wisatawan yang berkunjung dapat terlibat langsung dalam proses pengenalan jenis dan manfaat tanaman obat, proses pembuatan produk dan pengolahan limbahnya serta proses pembuatan pupuk.

Saat ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Maju Bersama Desa Tirta Jaya hanya mengolah produk minuman varian herbal berbasis bahan TOGA, mengolah Virgin Coconut Oil (VCO), dan pupuk bokashi. Produk tersebut telah memiliki kemasan yang baik, perijinan, sertifikat halal, dan telah dipasarkan di retail modern dan beberapa marketplace. Kegiatan pengembangan eduwisata belum dilaksanakan dan masih sebatas rencana untuk mengembangkannya karena masih terkendala belum adanya inovasi dan konsep terpadu, belum adanya sarana dan prasarana penunjang edukasi dan galeri khusus produk yang dihasilkan, belum adanya penanganan limbah produk dan pelatihan dalam pemanfaatan limbah menjadi produk lain, kekurangan ketersediaan bahan baku produk minuman herbal.

Oleh karena itu, alternatif solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat desain objek daya tarik eduwisata (peta lokasi, gapura, pagar hidup, pondok edukasi, galeri produk dan sistem informasi eduwisata dengan QR Code), evaluasi produk dan pemasaran produk minuman herbal (jahe, temulawak, serai, kunyit, kencur, rempah) dan pupuk bokashi berbasis inovasi dan teknologi (digital marketing, medsos, marketing mix, standarisasi produk, pelatihan), pemanfaatan limbah Produk VCO menjadi produk nata de coco dan sabun (pelatihan, analisis standar, pendampingan unit usaha baru), pengelolaan eduwisata berkelanjutan (pelatihan tour guide, promosi, sistem informasi dengan QR Code, harga tiket masuk berhadiah produk), pengembangan dan pengujian pupuk bokashi terhadap kandungan unsur hara yang bisa dimanfaatkan di lahan pertanian.

Pendampingan/transfer teknologi dalam program Matching Fund 2023 kali ini terdapat 5 kegiatan yang diantaranya, pendampingan manajemen inovasi dan teknologi, pendampingan tour guide dan pemberdayaan kelompok, pendampingan sistem QR Code eduwisata, pendampingan start up dan digital marketing, pendampingan pembuatan produk nata de coco dan sabun cair.

“Harapannya hasil dari kegiatan ini dapat memberikan salah satu tambahan daya tarik objek wisata baru yang ada di Kabupaten Tanah Laut yaitu Wisata Edukasi. Tanah Laut punya banyak objek wisata seperti pantai, gunung, air terjun, gua marmer, susur sungai, kerbau rawa, kuliner, agrowisata, taman wisata dan eduwisata ini lebih melengkapi keragaman jenis wisata yang dimiliki Kabupaten Tanah Laut. Eduwisata ini makin meningkatkan nilai tambah produk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan mewujudkan OPOV (One Product One Village) untuk desa Tirta Jaya”, pungkas Meldayanoor. Hms_Politala
slot bonus