
Dari Desa Binaan, Hadir Produk Unggulan Menuju Pasar Ritel Modern
Politala – Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan di Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi lokal menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan survei potensi desa untuk mengidentifikasi komoditas yang memiliki peluang pengembangan. Berdasarkan hasil identifikasi, kolang kaling dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan inovatif.
Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, tim PkM bersama masyarakat berhasil mengembangkan tiga produk olahan kolang kaling, yaitu Mankaling, manisan kolang kaling dengan pemanis stevia dan pewarna alami bunga telang; Selai Kolang Kaling; serta Kulangling, kerupuk berbahan dasar kolang kaling. Selain mendampingi proses produksi, tim juga memberikan pendampingan dalam penyusunan desain kemasan sehingga produk memiliki identitas yang menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sebagai tindak lanjut pengembangan produk, Program Studi D3 Agroindustri Politala berkolaborasi dengan BUMDes Mandiri Sejahtera Desa Guntung Besar untuk menjadikan ketiga produk tersebut sebagai produk unggulan desa. Kolaborasi ini diarahkan agar produk mampu menembus pasar ritel modern, termasuk jaringan minimarket nasional seperti Indomaret.

Guna mendukung kesiapan produk memasuki pasar yang lebih luas, proses pendampingan masih terus dilakukan melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan produk memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan persyaratan pemasaran yang berlaku.
Program Desa Binaan ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Pemanfaatan potensi lokal melalui pengembangan produk unggulan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas desa, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas akses pasar, serta mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Hms_Politala
