POLITALA- Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas)  Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/Brin) tahun 2020 ini dalam   rangka   Meningkatkan    Integrasi   Penelitian, Pengembangan,    Pengkajian,      dan   Penerapan    Ilmu Pengetahuan    dan   Teknologi    yang menghasilkan    lnvensi   dan   Inovasi    untuk   pembangunan    nasional berkelanjutan.

Dalam hal ini seluruh perguruan tinggi turut di undang dalam Rakornas tersebut, dari  Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) dihadiri Direktur Politala yakni Dr. Mufrida Zein, S.Ag.,M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29-30 Januari 2020 di gedung Graha  Widya Bhakti Kawasan  Pusat Penelitian    Ilmu Pengetahuan   dan Teknologi   (PUSPIPTEK), Serpong,   Kota Tangerang  Selatan,   Provinsi  Banten.

Menteri Ristek-BRIN yakni Bambang Brodjonegoro membahas tantangan ristek ke depannya, namun diselaraskan dengan pangsa pasar industri. Sehingga, peneliti tidak melulu melahirkan karya, namun bisa dipasarkan dan dinikmati masyarakat luas.

Untuk memetakan kebutuhan industri, lembaga peneliti, perguruan tinggi dan pemerintah, Kemenristek-BRIN, merumuskan hasil riset trategis tepat guna. Hasil riset strategis yang terus dilakukan antara lain pembangkit listrik tenaga nuklir skala industri, bahan bakar alternatif dari kelapa sawit, kendaraan listrik termasuk di dalamnya batrai litium ion dengan sistem fast charging.

Kegiatan Rakornas 2020 bertajuk” Intergrasi Riset dan Inovasi Nasional” juga dihadiri dan dibuka secara langsung Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo. Dalam sambutan Presiden Indonesia menyampaikan bahwa RISTEK/BRIN harus bisa mengembangan proyek-proyek riset yang sangat strategis, yang meningkatkan kesejahteraan rakyat, memecahkan permasalahan bangsa, dan memanfaatkan peluang global bagi kemajuan negara Indonesia.

Secara khusus Presiden menyampaikan tiga arahan untuk RISTEK/ BRIN. Pertama, melakukan konsolidasi nasional, kedua melakukan konsolidasi anggaran dan Ketiga melakukan konsolidasi dengan aktor dan jejaring yang harus terlibat dalam riset tersebut.

Nampak juga dihadiri, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI yakni La Nyalla Mattalitti. Selain itu Juga dihadir berbagai satuan kabinet Presiden yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yakni Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yakni Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara yakni Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Nadiem Anwar Makarim, Menteri Perindustrian yakni  Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan yakni Terawan Agus Putranto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional yakni Sofyan Djalil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yakni Arifin Tasrif, Menteri Perdagangan yakni Agus Suparmanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yakni I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yakni Teten Masduki, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.(HMS_Politala)