
Politala Bersama Pemkab Tanah Laut Luncurkan Aplikasi Amang Tani dan Acil Puskes pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-60 Tanah Laut.
Tanah Laut – Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Laut dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-60, Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S bersama Sukma Firdaus, S.Si., M.T menghadiri undangan resmi pemerintah daerah sekaligus memperkenalkan dua inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) hasil kerja sama Politala dan Pemkab Tanah Laut: Amang Tani dan Acil Puskes.
Rapat paripurna ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto dan Wakil Bupati Tanah Laut H. M. Zazuli , Ketua dan Wakil Ketua DPRD, serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut. Selain itu, jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut turut hadir bersama para pimpinan Kepolisian dan TNI, serta sejumlah tokoh-tokoh penting Tanah Laut, mencerminkan dukungan luas dari berbagai unsur pemerintahan, keamanan, dan masyarakat terhadap agenda pembangunan daerah.
Peluncuran dua aplikasi ini menjadi salah satu momen penting dalam perayaan HUT ke-60, menegaskan bahwa Tanah Laut tidak hanya merayakan perjalanan sejarahnya, tetapi juga menapaki langkah baru menuju transformasi digital. Aplikasi ini lahir dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat—pertanian dengan tantangan kompleksitasnya, serta kesehatan yang menyangkut kualitas hidup setiap warga.
Amang Tani berangkat dari urgensi memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Pertanian menyentuh ketahanan pangan dan masa depan ekonomi, sehingga diperlukan “jembatan teknologi” yang membuat petani mampu mengakses informasi cepat, tepat, dan berbasis kondisi lokal. Visi agrotechnology Politala berpadu dengan komitmen Pemkab Tanah Laut untuk melahirkan asisten digital yang dekat dengan keseharian petani—memberikan rekomendasi berbasis data lokal, prediksi serangan hama, hingga persoalan cuaca dan teknik budidaya.
Untuk memperkaya basis pengetahuannya, pengembangan Amang Tani dilakukan melalui kolaborasi intensif dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Tanah Laut, serta melibatkan pengalaman akademik dan riset dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian dan Jurusan Rekayasa Industri Politala. Dokumen teknis, praktik lapangan, dan data pertanian lokal dikurasi menjadi landasan utama pembuatan sistem cerdas ini.
Sementara itu Acil Puskes muncul dari kerisauan banyaknya masalah kesehatan masyarakat yang bermula dari minimnya pemahaman dan akses informasi yang ramah. Terinspirasi dari karakter keibuan dalam budaya Banjar, “Acil Puskes” dirancang sebagai teman bicara digital yang mampu menyampaikan informasi kesehatan secara sederhana, tenang, dan terpercaya. Aplikasi ini dibangun melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut dengan peran penting Klinik Politala dalam menyediakan referensi edukasi medis dan standar layanan lokal.
Kekuatan utama dari kedua aplikasi ini terletak pada teknologi Artificial Intelligence berbasis Large Language Model (LLM) yang dipadukan dengan pendekatan Retrieval Augmented Generation (RAG). Dengan teknologi ini, jawaban yang diberikan tidak hanya cerdas secara linguistik, tetapi merujuk pada referensi lokal, regulasi daerah, praktik lapangan, serta pengetahuan teknis yang diperoleh dari institusi resmi.
Lebih jauh, Amang Tani dan Acil Puskes mampu berinteraksi dalam Bahasa Banjar—sebuah langkah strategis untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus membuat teknologi lebih membumi dan inklusif. Masyarakat kini dapat “bakisah” dengan AI dalam bahasa yang akrab, sehingga teknologi bukan lagi dianggap eksklusif, melainkan alat bantu yang benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kedua aplikasi ini dirancang tidak berhenti sebagai platform statis. Ke depan, amangtani.id dan acilpuskes.id akan menjadi platform kolaboratif antara pemerintah daerah dan Politala sebagai pusat pengembangan teknologi. Arah pengembangannya mencakup integrasi sensor lapangan, penguatan analitik data, literasi digital masyarakat, hingga menjadi laboratorium hidup bagi riset-riset penerapan AI di Tanah Laut.
Di akhir agenda peluncuran aplikasi, Direktur Politala menyampaikan bahwa kehadiran Amang Tani dan Acil Puskes merupakan komitmen nyata Politala dalam mendukung pembangunan daerah melalui inovasi yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat Tanah Laut.
“Kami berharap inovasi ini menjadi pemicu akselerasi digital dan membawa peningkatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat Tanah Laut.” ujar Direktur Politala.
Beliau menegaskan harapan agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan secara maksimal kedua aplikasi ini untuk meningkatkan kualitas layanan publik, baik di sektor pertanian maupun kesehatan. Politala juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pengembangan teknologi ini, memberikan pelatihan bagi ASN, tenaga kesehatan, dan kelompok tani, serta melahirkan lulusan yang siap menjadi agen transformasi digital di Tanah Laut. (Hms_Politala)
