Back

Staf Ahli Menteri Komdigi Paparkan Strategi Tata Kelola AI dalam Workshop Bersama Politala

Politala – Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) menyelenggarakan Workshop Kebijakan Tata Kelola Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di Sektor Pendidikan Perguruan Tinggi, bertempat di Aula Gedung Kuliah Terpadu Politala pada Senin, 14 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bapak R. Wijaya Kusumawardhana, ST., MMIB.

Workshop dihadiri oleh Direktur Politala Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd, seluruh Wakil Direktur, Ketua Jurusan, dosen, serta perwakilan mahasiswa Politala.

Dalam sambutannya, Direktur Politala menyampaikan bahwa kecerdasan buatan atau AI tidak lagi sekadar menjadi wacana futuristik, melainkan telah menjadi bagian nyata dari sistem kehidupan modern. “Dari sistem rekomendasi dalam aplikasi pembelajaran, proses otomatisasi administrasi, hingga analisis data akademik dan pengambilan keputusan strategis dalam manajemen pendidikan tinggi, semua telah memanfaatkan AI,” ungkapnya. Oleh karena itu, tata kelola AI yang kuat, adaptif, dan berlandaskan prinsip etika menjadi sangat krusial.

“Pengelolaan AI yang baik di sektor pendidikan tinggi tidak hanya mengatur penggunaan teknologi, melainkan juga membentuk ekosistem pembelajaran yang bertanggung jawab, transparan, inklusif, dan berkeadilan. Kami berharap workshop ini dapat menghasilkan rumusan strategis serta rekomendasi praktis yang dapat ditindaklanjuti oleh lembaga pendidikan tinggi dalam memperkuat integrasi AI dengan prinsip etika, akuntabilitas, dan keadilan sosial,” tutur Direktur.

Menutup sambutannya, Direktur mengutip pernyataan Prof. Stuart Russell, salah satu pelopor AI, “Kecerdasan buatan yang kita kembangkan adalah untuk memperkuat kemanusiaan, bukan menggantikannya.”

Pada sesi pemaparan materi, Bapak R. Wijaya Kusumawardhana memaparkan urgensi tata kelola AI di sektor pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa Kalimantan, termasuk Tanah Laut, memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi AI. Hal ini menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi, termasuk Politala, untuk memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung proses pembelajaran, riset, dan layanan pendidikan lainnya. Namun demikian, beliau juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi penyalahgunaan teknologi, serta tetap menjadikan etika, transparansi, dan prinsip keadilan sosial sebagai landasan dalam pemanfaatan AI.

Beliau menambahkan bahwa pengembangan AI di bidang pendidikan membuka peluang besar untuk kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga media. Kolaborasi tersebut akan memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. “Kolaborasi adalah kata kunci. Kunci optimalisasi potensi AI adalah kolaborasi lintas sektor, agar tujuan memajukan pendidikan melalui teknologi dapat tercapai secara maksimal,” pesannya.

Di sela-sela materi, beliau juga mengingatkan peserta akan maraknya judi online yang saat ini menjadi tantangan sosial serius. “Tenaga pendidik dan mahasiswa perlu mewaspadai dan menghindari judi online yang dapat merusak masa depan generasi muda,” tegasnya.

Menutup paparannya, beliau merumuskan kesimpulan bahwa optimalisasi potensi AI dalam pendidikan tinggi hanya dapat terwujud melalui kolaborasi berkelanjutan antar berbagai pemangku kepentingan.

Politeknik Negeri Tanah Laut sebagai institusi pendidikan tinggi berharap melalui workshop ini, seluruh sivitas akademika Politala dapat semakin memahami pentingnya kebijakan dan tata kelola AI yang bertanggung jawab. Politala berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap teknologi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan keadilan. Hms_Politala